Tahun lalu, ia datang padaku saat malam beranjak larut, angin telah menjadi dingin. Seperti biasa ia melangkah masuk dengan senyuman, senyumannya tidak pernah berubah sejak bertahun-tahun lalu.Nada suaranya berbeda, aku tahu ia selalu saja ingin aku melihatnya sebagai orang dewasa, sehingga pantas mengejekku. Orang itu menyebalkan, dan sialnya aku menyukai itu.
Hingga terkhir kali aku bertemu dengannya, parasaan itu datang lagi. Aku duduk bersamanya saat hari menjelang isya, sebenarnya dia yang menghampiriku, entah mengapa dia selalu begitu, mungkin saja bosan dan butuh teman ngobrol. Aku tahu dia tak mungkin memikirkan sesuatu yang lain, hanya teman ngobrol. Aku berbicara dengannya tentang sesuatu, sebenarnya aku tak ingin, karena itu hanya memancingku menatap wajahnya, wajahnya yang entah kenapa begitu membuatku tertarik, putih dan mulai sedikit berkerut disekitar mata. Jika tahun lalu aku sempat berbicara dengannya sebelum dia pergi, kali ini aku dapat meletakkan telapak tangannya dalam ingatanku.
Label: XT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
emng dy pergi kmna ???
-Dia, saya juga tidak tahu,
XT
Posting Komentar