Teori Mesin Waktu

on Juni 01, 2011


                                                 TEORI MESIN WAKTU

Mesin waktu bukanlah hal yang tidak mungkin diwujudkan namun masih banyak yang harus dikaji untuk mewujudkannya.
Bayangkan ruang sebagai bidang dua dimensi, jika memang lubang cacing yang diramalkan Einstein memang ada, mungkin dapat digunakan untuk melakukan perjalanan menembus waktu.
Jika Anda kembali ke masa lalu dan bertemu dengan kedua orang... tua saat masih muda, niscaya Anda tidak dapat mencegah atau menggagalkan kelahiran Anda. Tapi jika tidak sengaja melakukannya, mungkin hal tersebut bisa saja terjadi. Suatu model kuantum dapat menerangkan hal tersebut.
Para ilmuwan berspekulasi bahwa perjalanan menembus waktu dapat dilakukan dengan suatu lingkaran umpan balik di mana mengembalikan gerakan mungkin dilakukan. Tapi hanya bisa mengulangi jalan yang telah dilalui hingga saat ini. Dengan kata lain, Anda dapat kembali ke masa lalu dan berjalan-jalan, tapi jangan berharap dapat melakukan sesuatu yang akan merubah masa depan yang Anda tinggalkan sebelumnya.
Ahli fisika Daniel Greenberger dari City University of New York dan Karl Svozil dari Vienna University of Technology dari Austria menunjukkan sifat-sifat teori kuantum yang memastikan bahwa perjalanan menembus waktu tidak dapat merubah keadaan saat ini, meskipun misalnya seseorang berhasil kembali ke masa lalu.
Walau berdasarkan hukum fisika memungkinkan dilakukannya perjalanan menembus waktu, konsep tersebut sarat dengan kontradiksi. Yang membingungkan, jika Anda kembali ke masa lalu, berarti ada kemungkinan dapat melakukan sesuatu untuk merubah keadaan saat ini. Dengan melakukan perubahan tersebut sama saja menggagalkan arti perjalanan ke masa lalu sebab yang menjadi patokan adalah keadaan saat ini. Jika perubahan dapat dilakukan, berarti ada kemungkinan dua keadaan saat ini. Inilah paradoks yang dimaksud.
Kesimpulannya ada dua pilihan, perjalanan menembus waktu tidak mungkin dilakukan atau sesuatu mencegah terjadinya perubahan.
Bagi kita, pilihan yang pertama lebih masuk akal. Tapi teori relativitas umum Eistein menjadi pijakan ilmuwan untuk mempercayai kemungkinan yang kedua.
Sesuai pendapat Einstein, ruang waktu dapat kembali dengan sendirinya. Sehingga, secara teori memungkinkan seseorang untuk bertemu dengan dirinya yang masih muda di masa lalu.
Sebuah tim beranggotakan para ahli fisika dari AS dan Austria mengatakan bahwa situasi ini dapat terjadi hanya jika terdapat perlindungan secara fisik yang bekerja untuk melindungi keadaan saat ini dari perubahan.
HUKUM TAK WAJAR
Para peneliti mengatakan bahwa pelindung ini ada karena hukum tak wajar yaitu mekanika kuantum. Perilaku kuantum dikendalikan oleh kemungkinan (probabilitas). Sebelum sesuatu dapat diamati, terdapat sejumlah kemungkinan yang berhubungan dengan sebuah keadaan. Tapi sekali saja pernyataan tersebut dapat terdefinisi, itulah satu-satunya kemungkinan dan menggagalkan kemungkinan yang lain.
Gambarannya begini, jika Anda mengetahui keadaan saat kini, Anda tidak dapat merubahnya. Sebagai contoh, jika ayah Anda masih hidup sekarang, hukum kuantum alam semesta menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan ia mati di masa lalu. Melalui jalan yang sama, masa kini menjelaskan semua kemungkinan di masa lalu. Karena ayah Anda masih hdup sekarang, tidak ada kemungkinan yang menyatakan bahwa ayah Anda bisa meninggal.
Jika tidak diketahui seseorang masih hidup sekarang, misalnya kemungkinan hidup hingga sekarang hanya 90 persen, bisa jadi Anda dapat membunuhnya saat kembali ke masa lalu. Tapi jika Anda mengetahui bahwa ia masih hidup, tidak mungkin Anda dapat membunuhnya.
Dengan kata lain, kalau nantinya dapat melakukan perjalanan menembus waktu dengan tujuan membunuh seseorang dan melihatnya sedang gembira duduk di kursi saat ditinggalkan, tentu saja hal tersebut tidak dapat dilakukan. Sesuatu pasti akan mencegah Anda untuk berencana membunuhnya.
Anda kembali untuk membunuh seseorang, tapi datang setelah ia keluar dari ruangan dan tidak dapat menemukannya, atau Anda memang berubah pikiran, kata profesor Greenberger menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang dapat mencegah perubahan. Anda tidak akan mampu membunuhnya karena fakta bahwa ia masih hidup sekarang akan melawan semua keinginan Anda.
Mekanika kuantum memang membingungkan antara sesuatu yang mungkin terjadi dan yang telah terjadi, kata Profesor Dan Greenberegr dari City University of New York.
Meskipun demikian, model baru yang menggunakan hukum mekanika kuantum memecahkan masalah paradoks yang banyak diperdebatkan dalam perjalanan ke masa lalu. Hanya saja, secara tradisional hukum tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung waktu baliknya.
Sumber : BBC London

Rubah Coklat

         Entah apa yang terjadi dalam dunia bawah sadarku. Belakangan ini hanya mimpi buruk yang bersedia hadir dalam mimpiku. Ingin rasanya aku menjerit ketika wanita itu berteriak, kemudian kilatan cahaya memantul kemana-mana. Aku berlari dari ruang ujung sekolah, ketika seekor harimau besar berlari kearahku. Dan tanpa kusadari, tubuhku melesat cepat dalam lorong sekolah, membuat jarak aman darinya. Namun seketika fortunaku menghilang, aku telah salah mengambil jalur, jalan buntu. Harimau itu menyeringai, berfikir ia menang. Tidak secepat itu, saat aku melangkah melompati dinding, sembilanpuluh derajat, hanya untuk berbalik dan kini aku dibelakang harimau itu. Aku kembali melesat cepat menuju lap komputer, aku  kalah cepat. Harimau itu berhasil menahan pintu saat aku hendak menutupnya.
         Aku menantang Harimau itu untuk bertarung dihalaman, namun seekor rubah yang muncul dihadapanku. Rubah coklat yang ganas, dengan lincah ia menyerangku. Bulunya yang halus tersibak lembut saat hendak menerkamku. Aku berhasil mnghindar beberapa kali. Namun tumitku terluka, darah segar mengalir. Sungguh nyata sakit itu, nyeri di pergelangan kakiku membuatku enggan menggerakkannya. Saat aku berhenti, rubah itu melakukan hal yang sama denganku, ia berdiri dibawah pohon, dan seketika wujudnya berubah menjadi seorang lelaki. Kulitnya putih, rambutnya lurus sedikit gondrong, dan hanya celana selutut yang menempal pada tubuhnya yang bidang,  Samar-samar kulihat wajahnya tersenyum meremehkanku, kemudian aku terbangun....