Entah apa yang terjadi dalam dunia bawah sadarku. Belakangan ini hanya mimpi buruk yang bersedia hadir dalam mimpiku. Ingin rasanya aku menjerit ketika wanita itu berteriak, kemudian kilatan cahaya memantul kemana-mana. Aku berlari dari ruang ujung sekolah, ketika seekor harimau besar berlari kearahku. Dan tanpa kusadari, tubuhku melesat cepat dalam lorong sekolah, membuat jarak aman darinya. Namun seketika fortunaku menghilang, aku telah salah mengambil jalur, jalan buntu. Harimau itu menyeringai, berfikir ia menang. Tidak secepat itu, saat aku melangkah melompati dinding, sembilanpuluh derajat, hanya untuk berbalik dan kini aku dibelakang harimau itu. Aku kembali melesat cepat menuju lap komputer, aku kalah cepat. Harimau itu berhasil menahan pintu saat aku hendak menutupnya.
Aku menantang Harimau itu untuk bertarung dihalaman, namun seekor rubah yang muncul dihadapanku. Rubah coklat yang ganas, dengan lincah ia menyerangku. Bulunya yang halus tersibak lembut saat hendak menerkamku. Aku berhasil mnghindar beberapa kali. Namun tumitku terluka, darah segar mengalir. Sungguh nyata sakit itu, nyeri di pergelangan kakiku membuatku enggan menggerakkannya. Saat aku berhenti, rubah itu melakukan hal yang sama denganku, ia berdiri dibawah pohon, dan seketika wujudnya berubah menjadi seorang lelaki. Kulitnya putih, rambutnya lurus sedikit gondrong, dan hanya celana selutut yang menempal pada tubuhnya yang bidang, Samar-samar kulihat wajahnya tersenyum meremehkanku, kemudian aku terbangun....
0 komentar:
Posting Komentar